HARIANEXPRESS, JAKARTA – Pembalap Honda HRC Luca Marini mengkritik kalender MotoGP yang padat dan menantang teknisi Honda untuk menguji langsung pengembangan aerodinamika motornya. Senin (17/8/2026)
Kalender MotoGP 2026 berlangsung sekitar sembilan bulan, dimulai akhir Februari dan berakhir November di Valencia. Jeda antar musim yang kurang dari dua bulan sebelum persiapan 2027 dinilai terlalu singkat untuk pemulihan dan latihan khusus.
Marini berpendapat pengurangan jumlah balapan bukan satu-satunya solusi. Ia mengusulkan balapan dibuat lebih berdekatan agar musim selesai lebih cepat dan jeda musim dingin menjadi lebih panjang.
Di sisi lain, Luca Marini juga mengkritik pengembangan aerodinamika Honda yang dianggap belum maksimal. Ia menyebut para insinyur Honda meremehkan aspek penting ini.
“Saya sependapat dengan para teknisi yang menangani aerodinamika, namun saya juga berpendapat bahwa mereka belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya aspek ini. Menurut pendapat saya, alasannya adalah karena mereka tidak mengendarai motor itu sendiri. Untuk memahami gambaran utuhnya, mereka harus menguji motor tersebut secara langsung,” ujar Luca Marini (Pembalap Honda HRC) kepada RiderTua.com.
“Saya sudah mengatakan hal ini sejak tahun pertama saya di Honda. Setidaknya beberapa insinyur harus merasakan sendiri, bagaimana perilaku motor saat menggunakan winglet maupun saat tidak menggunakannya,” tambahnya. Marini juga terus mendorong teknisi untuk berinvestasi lebih banyak dalam pengembangan aerodinamika yang dinilai sangat efisien.
Adik legenda Valentino Rossi ini dikenal membantu Honda keluar dari posisi terbawah klasemen konstruktor 2024 berkat masukan cerdasnya. Pada musim 2026 setelah 12 seri, Marini menjadi pembalap Honda dengan peringkat terbaik di posisi 10 klasemen pembalap.
Masa depan Luca Marini untuk musim 2027 masih belum pasti, meskipun santer dikabarkan akan direkrut tim Tech3. Ketertarikan tim Tech3 disebut-sebut karena kemampuannya dalam membantu pengembangan motor.





